Insannews.id PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Kesehatan terus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun secara benar dan konsisten.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang digelar Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang di UPT SDN 287 Pinrang, Jumat (25/9).
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian edukasi CTPS yang sebelumnya telah dilaksanakan di 13 sekolah dasar yang menjadi lokasi fokus di Kabupaten Pinrang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr. H. Ramli Yunus, M.Kes., yang hadir memberikan edukasi, mengingatkan para siswa bahwa mencuci tangan menggunakan sabun merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan.
Menurutnya, tangan dapat menjadi salah satu media penyebaran kuman apabila kebersihannya tidak dijaga. Karena itu, kebiasaan mencuci tangan perlu dilakukan secara konsisten, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, serta setelah melakukan aktivitas yang memungkinkan tangan terpapar kuman.
“Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun harus ditanamkan sejak dini. Ini merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai penyakit dan menjaga mereka tetap sehat dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ungkap dr. Ramli.
Ia menambahkan, kebiasaan menjaga kebersihan tangan perlu diikuti dengan pola hidup sehat lainnya, termasuk mengonsumsi makanan bergizi. Dengan demikian, anak dapat tumbuh sehat, aktif dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Hj. Kasmawati, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa edukasi CTPS tidak hanya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mencuci tangan, tetapi juga mengajarkan praktik mencuci tangan yang benar.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai tahapan mencuci tangan menggunakan sabun sekaligus waktu-waktu penting untuk melakukannya agar kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Andi Macca Moenta, S.Sos., menyambut baik kolaborasi antara sektor kesehatan dan pendidikan tersebut.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan positif siswa. Edukasi mengenai perilaku hidup bersih diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Sekolah bukan hanya tempat anak memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi tempat membangun kebiasaan baik. Karena itu, edukasi kesehatan seperti ini penting agar perilaku hidup bersih dapat menjadi bagian dari keseharian anak,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga diberikan Pokja IV TP PKK Kabupaten Pinrang yang turut memberikan edukasi mengenai pencegahan anemia.
Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan anak dan generasi muda, mulai dari kebersihan diri hingga pemenuhan kebutuhan gizi.
Melalui kampanye CTPS tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun tidak berhenti sebagai materi edukasi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari keseharian siswa.
Dengan pembiasaan sejak usia sekolah, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang lebih sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang, kesehatan dan prestasi generasi muda Kabupaten Pinrang.(/)*

















