Insannews.id PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mencari solusi untuk menjaga produktivitas pertanian masyarakat di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan pasokan air irigasi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah meninjau areal pertanian di Dusun Banga, Desa Padang Loang, Kecamatan Patampanua, yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Banga, Rabu (10/9).
Peninjauan dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi potensi sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan petani, khususnya saat debit air irigasi mengalami penurunan.
Di lokasi tersebut terdapat cekdam yang selama ini menjadi salah satu sumber air untuk mendukung kebutuhan pertanian pada waktu tertentu. Selain itu, areal persawahan juga mendapat dukungan pompanisasi dengan memanfaatkan sumber air dari saluran induk Rappang, saluran pembuang, serta pompa bertenaga listrik.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian areal persawahan telah memasuki masa panen, sementara sebagian lainnya mengalami kekeringan. Bahkan, terdapat lahan yang telah mengalami puso akibat keterbatasan ketersediaan air.
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, mengatakan peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mencari alternatif pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat.
Menurutnya, tim melakukan survei awal dengan mengambil titik koordinat di sekitar lokasi untuk mengetahui potensi dan kondisi sumber air tanah, termasuk memastikan apakah wilayah tersebut berada dalam kawasan Cekungan Air Tanah (CAT).
“Survei awal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan potensi sumber air tanah di wilayah tersebut. Jika nantinya berdasarkan hasil kajian lokasi ini masuk dalam kawasan Cekungan Air Tanah, maka akan diusulkan untuk mendapatkan dukungan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui BBWS Pompengan Jeneberang,” ungkap Bachrumsyah.
Ia menjelaskan, apabila usulan tersebut dapat direalisasikan, jaringan irigasi air tanah diharapkan menjadi salah satu sumber air alternatif bagi areal persawahan masyarakat.
Keberadaan sumber air alternatif dinilai penting untuk membantu petani ketika pasokan dari jaringan irigasi utama mengalami keterbatasan, terutama pada musim kemarau dengan kondisi debit air yang menurun.
Selain membantu memenuhi kebutuhan air tanaman, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko gagal panen dan puso serta memberikan dukungan bagi petani dalam mengatur pola tanam dan mempertahankan produktivitas lahan.
Bachrumsyah menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya air yang tersedia dengan tetap memperhatikan hasil kajian teknis serta kewenangan masing-masing pihak.
Bagi Pemkab Pinrang, upaya mencari sumber air alternatif merupakan bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Dengan dukungan sumber air yang lebih memadai, lahan pertanian yang selama ini rentan mengalami kekeringan diharapkan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menjaga produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mengurangi dampak kekeringan terhadap kehidupan dan pendapatan masyarakat petani.
Pemerintah Kabupaten Pinrang akan terus mendorong koordinasi dengan instansi terkait agar setiap potensi sumber air dapat dikaji dan dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung kebutuhan pertanian masyarakat. (*/)























