Insannews.id Pinrang – Untuk tahun depan APBD Kabupaten Pinrang dihitung defisit. Makanya, agar program strategis serupa normalisasi irigasi bisa dijalankan, itu akan bergantung dari atensi pemerintah pusat.
Kepala Bidang Irigasi Pedesaan Pinrang Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Pinrang, Muh. Husni Nakka, mengaku, jika pihaknya punya banyak rencana untuk melakukan normalisasi irigasi di Bumi Lasinrang.
βTapi kita semua jika kondisi anggaran tahun ini sangat terbatas untuk melakukan semua yang telah direncanakan,β bebernya, Kamis 1 Desember 2022.
Husni menjelaskan, irigasi di Pinrang termasuk di sektor pertanian atau perikanan, dalam hal ini tambak, merupakan infrastruktur pendukung krusial.
βYah karena, dua sektor itu merupakan sektor andalan sekaligus utama yang sejauh ini, masih mendominasi sumber ekonomi dari masyarakat di Pinrang. Makanya dengan keterbatasan ini, jalan satu-satunya mengusulkan ke pusat,β jelasnya.
Sementara itu, sebelumnya Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, menyampaikan jika struktur APBD mengalami defisit, sehingga itu akan rencananya, akan ditutupi dengan penerimaan pembiayaan.
βAPBD kita defisit nilainya itu sebesar Rp35 miliar,β bebernya
βJadi dengan semakin kompleksnya program dan kegiatan pembangunan, serta adanya kebijakan dampak inflasi perlu adanya upaya optimalisasi dalam pemanfaatan anggaran yang tersedia,β bebernya lagi (*)























