Insannews.id Pinrang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samaturue Tiroang menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Peduli Pinrang dalam upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya melalui pengelolaan limbah minyak jelantah dan sampah anorganik yang dihasilkan dari operasional dapur penyedia makanan bergizi di Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang.
Sebagai unit pelaksana Program Makan Bergizi yang melayani ribuan penerima manfaat setiap hari, SPPG Samaturue Tiroang berkomitmen memastikan bahwa kegiatan pemenuhan gizi masyarakat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengelola limbah minyak goreng bekas secara bertanggung jawab agar tidak mencemari saluran air maupun lingkungan sekitar.
Melalui kerja sama ini, minyak jelantah yang dihasilkan dari kegiatan memasak akan dikumpulkan secara berkala dan diserahkan kepada Bank Sampah Peduli Pinrang untuk dikelola sesuai prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.
Kepala SPPG Samaturue Tiroang menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menerapkan tata kelola yang baik, tidak hanya dalam aspek pemenuhan gizi, tetapi juga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Penyediaan makanan bergizi harus didukung oleh lingkungan yang sehat dan bersih. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memastikan limbah operasional, khususnya minyak jelantah dan sampah anorganik, dapat dikelola secara bertanggung jawab sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, pimpinan Bank Sampah Peduli Pinrang, Ali Topan, menyambut baik inisiatif yang dilakukan SPPG Samaturue Tiroang. Menurutnya, pengelolaan minyak jelantah secara benar memiliki peran penting dalam mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga kualitas sumber daya air.
“Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan, merusak ekosistem perairan, serta menyebabkan penyumbatan saluran drainase. Melalui kerja sama ini, minyak jelantah dari SPPG akan kami tampung dan salurkan kepada pihak yang memiliki izin serta kapasitas pengolahan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Ali Topan.
Selain pengelolaan minyak jelantah, kerja sama ini juga mencakup pemilahan dan pengumpulan sampah anorganik seperti kardus, botol plastik, dan material logistik lainnya yang masih memiliki nilai guna. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Melalui sinergi ini, SPPG Samaturue Tiroang dan Bank Sampah Peduli Pinrang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan demi masa depan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.(*/)




















