Insannews id Pinrang – Penguatan ukhuwah Islamiyah dan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, religius, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Melalui peran organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, pembinaan karakter generasi muda diharapkan terus diperkuat demi melahirkan generasi yang unggul, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang, saat membuka secara resmi Silaturahmi Nasional (Silatnas) Badan Otonom Darud Dakwah wal Irsyad (Banom DDI) di Pondok Pesantren DDI Manahilil Ulum Kaballangan, Jumat (3/7/2026), mewakili Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos.
Membacakan sambutan tertulis Bupati Pinrang, Sekda menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Silatnas yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kehadiran ribuan peserta merupakan sebuah kehormatan bagi Kabupaten Pinrang sekaligus menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat peran DDI dalam memberikan manfaat bagi umat.
Mengusung tema “Memperkuat Ukhuwah, Mengokohkan Peran Badan Otonom DDI untuk Umat, Bangsa, dan Peradaban”, kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Organisasi yang kuat, menurutnya, lahir dari persaudaraan yang kokoh, semangat saling mendukung, serta keikhlasan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengangkat falsafah Bugis, “Mali siparappe’, rebba sipatokkong, malilu sipakainge'”, sebagai nilai luhur yang harus terus dijaga. Filosofi tersebut mengajarkan pentingnya saling menolong, saling menguatkan, dan saling mengingatkan sebagai modal sosial dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Lebih lanjut, Sekda mengajak seluruh Badan Otonom DDI untuk terus melanjutkan perjuangan pendiri DDI, KH. Abdurrahman Ambo Dalle, melalui penguatan dakwah, pendidikan, pembinaan akhlak, serta pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, Banom DDI memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan kepedulian sosial yang tinggi.
Menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi, Sekda menegaskan bahwa generasi muda harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama, budaya, dan jati diri bangsa.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik semata, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan seperti DDI menjadi modal utama dalam menciptakan masyarakat yang religius, maju, harmonis, dan berkeadilan,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Pinrang, lanjut Sekda, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program DDI di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat karena diyakini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Di akhir sambutan, Sekda berharap Silaturahmi Nasional Banom DDI tidak hanya menghasilkan berbagai keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan semangat baru dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkokoh peran DDI dalam membangun umat, bangsa, dan daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan warga DDI sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan masyarakat yang religius, berkarakter, dan berdaya.(*/)





















